Tanah di Kaltim Cocok Ditanami Bawang Merah, Kementan: Penuhi Kebutuhan IKN

23 April 2022, 08:00 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) menilai tanah di Kaltim cocok untuk ditanami atau jadi pusat pengembangan bawang merah. /pixabay.com/costanzimarco-1268853/

PORTAL BONTANG - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai tanah di Kaltim cocok untuk ditanami atau jadi pusat pengembangan bawang merah.

Potensi bawang merah tersebut dapat dimaksimalkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara nantinya.

Disebutkan, Kebutuhan bawang merah untuk warga calon IKN Nusantara setelah penduduk pindah ke kawasan itu, diproyeksi antara 18-20 ribu ton per tahun.

Baca Juga: Jadwal Acara RCTI Hari Ini 23 April 2022, Grand Final MasterChef Indonesia S9

"Mulai 2024 IKN baru akan pindah ke Kaltim. Kawasan IKN ini akan dihuni sekitar 2,5 juta penduduk yang tentunya membutuhkan pasokan berbagai macam bahan pangan, termasuk bawang merah," ujar Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto di Samarinda, dikutip PortalBontang.com dari Antara, Sabtu 23 April 2022.

Kehadiran Prihasto di Samarinda dalam rangka membuka Gelar Pangan Murah yang dipusatkan di halaman Koramil 0901-03 Samarinda Seberang.

Ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH), serta Kodim 0901/Samarinda.

Untuk memenuhi kebutuhan bawang merah antara 18 ribu hingga 20 ribu ton per tahun tersebut, DPTPH Provinsi Kaltim diminta menyiapkan diri mulai sekarang, mulai dari lahan hingga petaninya.

Baca Juga: Info Loker Bontang PT. Usaha Sukses Berdikari, Cek Kualifikasi, Syarat, dan Prosedur Daftarnya

Kondisi terkini, luas tanam bawang merah di Kaltim masih sedikit dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat masih kurang, sehingga harus mendatangkan bawang merah dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Apalagi jika ke depan atau mulai tahun 2024 mendapat penambahan penduduk di IKN Nusantara, bisa dipastikan pasokan bawang merah harus didatangkan dari luar, sehingga mulai sekarang harus dianalisa kawasan yang cocok untuk dikembangkan penanaman bawang merah.

IKN, katanya, telah ditetapkan di Provinsi Kaltim, sehingga Kaltim harus mampu menyuplai pangan untuk daerah sendiri agar tidak menimbulkan gejolak harga.

Baca Juga: Info Loker Bontang PT. Summit OTO Finance (OTO GROUP), Cek Kualifikasi, Syarat, dan Prosedur Daftarnya

"Kami sudah membuat simulasi, diperkirakan akan ada penambahan 2,5 juta warga yang pindah ke Kaltim atau di IKN, sehingga kebutuhan pangan sangat besar, kebetulan saya di hortikultura, maka yang saya monitor pertama adalah bawang merah dan cabai," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan bawang merah antara 18 ribu hingga 20 ribu ton per tahun tersebut, lanjutnya, maka lahan yang harus disiapkan Kaltim antara 2.800 hektare hingga 3.000 hektare khusus tanaman bawang merah.

Berdasarkan pengamatannya dan ditinjau dari tingkat kesuburan tanah serta curah hujan yang cukup, maka Kaltim ia nilai cocok untuk pengembangan bawang merah.

"Hanya saja, sekarang tinggal petaninya ada atau tidak, apakah petani yang siap membudidayakan bawang merah ada. Kalau ada petani yang siap, maka ke depan kita akan kembangkan kawasan secara bertahap," ujar Prihasto. ***

Editor: M. Zulfikar

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler